Sekilas Kayu Sengon

  • Deskripsi

Pohon sengon dapat mencapai tinggi 30–45 meter dengan diameter batang 70–80 cm. Tajuk sengon berbentuk seperti payung dengan daun yang tidak terlalu lebat, daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dan mudah rontok. Daun sengon sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi.

Pohon sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambut banyak mengandung bintil akar berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Keberadaan bintil akar membantu porositas tanah dan penyediaan unsur nitrogen dalam tanah.

Bunga tersusun dalam bentuk malai berukuran (0,5–1) cm, berwarna putih kekuningan dan sedikit berbulu terdiri dari bunga jantan dan betina, cara penyerbukan oleh angin dan serangga. Buah berbentuk polong, pipih, panjang (6–12) cm, setiap polong berisi (15–30) biji. Biji berbentuk mirip perisai kecil (3–4) x (6–7) mm, berwarna hijau, bagian tengah coklat jika sudah tua biji  berwarna coklat kehitaman, agak keras, dan berlilin. Jumlah biji 40.000 butir/kg, daya kecambah rata-rata 80%, berat 1.000 butir 16–26 gram.

  • Tempat Tumbuh

Sengon tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol tekstur lempung berpasir atau lempung berdebu, pH tanah (6-7).  Ketinggian tempat optimal (0–800) m dpl dan masih tumbuh baik sampai 1.500 m dpl, termasuk jenis tanaman tropis dengan suhu (18–27) °C, curah hujan tahunan (2.000–4.000) mm dengan kelembaban (50-75)%.

  • Kegunaan Kayu Sengon

Berat jenis kayu sengon 0,33 dan termasuk kelas awet IV – V. Kayu sengon merupakan kayu serba guna untuk konstruksi ringan bangunan rumah, forniture, papan peti kemas, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya. Dengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon, maka banyak pohon sengon ditanam ditepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui Dephutbun untuk menggalakan ‘Sengonisasi’ Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jawa, Bali dan Sumatra. Di Ambon kulit batang digunakan untuk penyamak jaring, kadang-kadang sebagai pengganti sabun. Ditanam sebagai pohon pelindung, tanaman hias, reboisasi dan penghijauan.

Analisa Usana Kayu Sengon

a. Persiapan Lahan dan Penanaman per Hektar

Biaya persiapan lahan dan penanaman per hektar dengan populasi standar 800

pohon per hektar sebesar Rp  4.315.500.

b. Pemeliharaan Tanaman Selama 6 Tahun

Biaya pemeliharaan tanaman selama 6 tahun per hektar dengan populasi

standar 800 pohon per hektar sebesar Rp  10.886.400.

c. Produksi Kayu Glondongan (Log)

Populasi awal =   800 pohon
Pohon layak tebang (80%) =   640 pohon
Diameter batang rata-rata =     30 cm
Panjang batang efektif  =       7 meter
Produksi kayu Log per pohon =       0,33 m3
Produksi per hektar =   211 m3

d.  Laba / Rugi

Biaya persiapan penanaman/ha = Rp     4.315.500/ha
Biaya pemeliharaan selama 6 tahun = Rp   10.886.400/ha
Biaya tebang & angkut (211 m3 x Rp 100.000/m3) = Rp   21.100.000/ha
Jumlah Biaya = Rp   36.301.900/ha

Pendapatan/ha/6 tahun

= 211 m3 X Rp  853.000/m3 = Rp 179.983.000/ha

Laba/Rugi/ha/6 tahun

= Rp 179.983.000 – Rp  36.301.900 = Rp 143.681.100/ha

Laba//ha/tahun = Rp   23.946.850

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: